My Blog

Welcome to my blog, happy blogging ^_^

Kamis, 21 Juni 2012

FRAGMENTASI DATA


FRAGMENTASI DATA
Merupakan sebuah proses pembagian atau pemetaan
database dimana database dipecah-pecah berdasarkan
kolom dan baris yang kemudian disimpan didalam site
atau unit komputer yang berbeda dalam suatu jaringan
data, sehingga memungkinkan untuk pengambilan
keputusan terhadap data yang telah terbagi.
Alasan-alasan diperlukannya fragmentasi, yaitu :
1. Penggunaan
2. Efisiensi
3. Paralleslisme
4. Keamanan


BEBERAPA PERATURAN YANG HARUS DIDEFINISIKAN
KETIKA MENDEFINISIKAN FRAGMENT :
1. Kondisi lengkap (Completeness)
sebuah unit data yang masih dalam bagian dari relasi
utama, maka data harus berada dalam satu fragmen.
Ketika ada relasi, pembagian datanya harus menjadi satu
kesatuan dengan relasinya.
2. Rekontruksi (Reconstruction)
sebuah relasi asli dapat dibuat kembali atau digabungkan
kembali dari sebuah fragmen. Ketika telah dipecah-pecah,
data masih memungkinkan untuk digabungkan kembali
dengan tidak mengubah struktur data.
3. Disjointness
data didalam fragmen tidak boleh diikutkan dalam fragmen
lain agar tidak terjadi redundancy data, kecuali untuk
atribut primary key dalam fragmentasi vertikal


Kerugian fragmentasi yaitu :
1. Kinerja yang dapat turun karena data tersebar dan butuh
proses untuk penggabungan kembali
2. Integritas yang dapat terganggu dikarenakan kegagalan
pada salah satu site database server


TIGA JENIS FRAGMENTASI :
1. Fragmentasi horisontal
terdiri dari tuple dari fragment global yang kemudian
dipecah-pecah atau disekat menjadi beberapa sub-sets
2. Fragmentasi vertikal
Membagi atribut-atribut dari fragment global yang
tersedia menjadi beberapa grup.
3. Fragmentasi campuran
Cara yang sederhana untuk membangun fragmentasi
campuran sbb :
a. Menggunakan fragmentasi horisontal pada
fragmentasi vertikal
b. Menggunakan fragmentasi vertical pada
fragmentasi horisontal


DATABASE TERDISTRIBUSI
Yaitu kumpulan data yang digunakan bersama yang saling
terhubung secara logik tetapi tersebar secara fisik pada suatu
jaringan komputer.
Karakteristik Database terdistribusi, yaitu :
1. Kumpulan data yang digunakan bersama secara logik tersebar
pada sejumlah komputer yang berbeda
2. Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan
komunikasi
3. Data pada masing-masing situs dapat menangani aplikasiaplikasi
lokal secara otonom
4. Data pada masing situs dibawah kendali satu DBMS
5. Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu
aplikasi global


BENTUK-BENTUK TOPOLOGI DISTRIBUSI DATA :
a. Fully Connected network


b. Partialy conneted network


C. Tree Strutured Network


d. Ring network


e. Star network



KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DATABASE TERDISTRIBUSI 
KEUNTUNGAN :
1. Secara alami mengikuti struktur organisasi
2. Adanya otonomi lokal
3. Sifatnya dapat dipakai secara bersama
4. Peningkatan ketersediaan
5. Peningkatan kehandalan
6. Peningkatan kinerja
7. Ekonomis
8. Pertumbuhan yang modular


KERUGIAN :
1. Harga software mahal (Biaya)
2. Kompleksitas
3. Kelemahan dalam keamanan
4. Sulitnya menjaga keutuhan data
5. Kurangnya standar
6. Kurangnya pengalaman
7. Perancangan basisdata lebih kompleks






BAHASA QUERY KOMERSIAL


STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL)
SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model
relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan R.F.
Boyce mengembangkan bahasa query untuk memanipulasi dan
mengekstraksi data dari basisdata relational.
Sasaran SQL
a. Menciptakan basis data dan struktur relasi
b. Melakukan menajemen data tingkat dasar
c. Membentuk query sederhana dan kompleks
d. Melakukan tugas-tugas dengan seminimal mungkin memakai struktur
dan sintaks perintah relatif mudah dipelajari
e. Harus portabel


Jenis SQL :
1. Interactive SQL
2. Static SQL
3. Dynamic SQL
Subdivisi SQL
1. DDL (Data Definition Language)
Query-query ini digunakan untuk mendefinisikan struktur atau
skema basis data
2. DML (Data Manipulation Language)
Query-query ini digunakan untuk manajemen data dalam basis
data
3. DCL ( Data Control Language)
Query-query ini berhubungan dengan pengaturan hak akses dan
wewenang.


PENGELOMPOKAN STATEMEN SQL
1. Data Definition Language (DDL)
CREATE DATABASE DROP DATABASE
CREATE TABEL DROP TABEL
CREATE INDEX DROP INDEX
CREATE VIEW DROP VIEW
ALTER TABLE
2. Data Manipulation Language
INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE

3. Data Access
GRANT , REVOKE
4. Data Integrity
RECOVER TABLE
5. Auxiliary
SELECT INTO OUTFILE,
LOAD, RENAME TABLE


KASUS DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
A. CREATE
1. Pembuatan Database
Nama Database adalah yang dapat mewakili suatu kejadian dapat berupa
nama organisasi atau perusahaan.
Sintaks : CREATE DATABASE nama_database
Contoh : Buat database dengan nama PT.ABC
CREATE DATABASE PT.ABC
2. Pembuatan Tabel
Sintaks : CREATE TABLE nama_table
( nama_kolom1 tipe_data_kolom1,
nama_kolom2,tipe_data_kolom2,….)
Contoh :
Buat struktur tabel dengan nama tabel MHS dengan data NIM char(8),
NAMA char(25), ALAMAT char(30)
CREATE TABLE MHS (NIM char(8) not null,
NAMA char(25) notnull, ALAMAT char(30) notnull)

3. Pembuatan Index
Sintaks : CREATE [UNIQUE] INDEX nama_index
ON nama_table (nama_kolom) ;
Contoh :
Buat index data mahasiswa berdasarkan NIM dengan nama MHSIDX
Dimana NIM tidak boleh sama
CREATE UNIQUE INDEX MHSIDX ON MHS(NIM)
4. Pembuatan View
Sintaks :
CREATE VIEW nama_view [ (nama_kolom1,….) ]
AS SELECT statement
[WITH CHECK OPTION] ;
Contoh :
Buat view dengan nama MHSVIEW yang berisi semua data mahasiswa
CREATE VIEW MHSVIEW
AS SELECT * FROM MHS


B. DROP (MENGHAPUS)
1. Menghapus Database
Sintaks : DROP DATABASE nama_db ;
2. Menghapus Tabel
Sintaks : DROP TABLE nama_table ;
3. Menghapus Index
Sintaks : DROP INDEX nama_index ;
4. Menhapus View
Sintaks : DROP VIEW nama_view ;
Contoh :
DROP DATABASE Mahasiswa;
DROP TABLE MHS;
DROP INDEX MHSIDX;
DROP VIEW MHSVIEW;


C. ALTER TABLE (MERUBAH STRUKTUR TABEL)
Sintaks : ALTER TABLE nama_tabel
ADD nama_kolom jenis_kolom
[FIRST | AFTER nama_kolom]
CHANGE [COLUMN] oldnama newnama
MODIFY nama_kolom jenis kolom, …
DROP nama_kolom
RENAME newnama_tabel
Contoh :
1. Tambahkan kolom JKEL dengan panjang 1 char pada tabel MHS
ALTER TABLE MHS ADD JKEL char(1);
2. Ubah panjang kolom MTKULIAH menjadi 30 char
ALTER TABLE MKUL MODIFY COLUMN MTKULIAH char(30);
3. Hapus kolom JKEL dari data table MHS
ALTER TABLE MHS DROP JKEL;



DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
1. INSERT
Sintaks : INSERT INTO Nama_tabel [(nama_kolom1,…)]
Contoh :
Masukan data matakuliah Berkas Akses dengan kode KK222 dan
besarnya 2
INSERT INTO MKUL VALUES(“KK222”,”Berkas Akses”, 2);
2. UPDATE
Sintaks : UPDATE nama_tabel
SET nama_kolom = value_1
WHERE kondisi ;
Contoh :
Ubah alamat menjadi “Depok” untuk mahasiswa yang memiliki NPM
“50096487”
UPDATE MHS
SET ALAMAT=”Depok”
WHERE NPM=”50096487”;
3. DELETE
Sintaks : DELETE FROM nama_table
WHERE kondisi
Contoh :
Hapus data nilai matakuliah “KK021” bagi mahasiswa yang mempunyai NPM “ 10296832”
DELETE FROM NILAI
WHERE NPM=”10296832” AND KDMK=”KK021”
4. SELECT
Sintaks : SELECT [DISTINCT | ALL] nama_kolom FROM nama_tabel [ WHERE condition ] [ GROUP BY column_list ][HAVING condition ] [ ORDER BY column_list [ASC | DESC]]








JOIN
1. JOIN atau INNER JOIN
Menggabungkan dua tabel dimana diantara dua tabel
datanya bersesuaian.
2. LEFT JOIN atau LEFT OUTER JOIN
Menggabungkan dua tabel dimana diantara dua tabel
datanya bersesuaian dan juga semua record pada tabel
sebelah kiri.
3. RIGHT JOIN atau RIGHT OUTER JOIN
Menggabungkan dua tabel dimana diantara dua tabel
datanya bersesuaian dan juga semua record pada tabel
sebelah kanan.


DATA ACCESS
1. GRANT
Sintaks : GRANT hak_akses ON nama_db
TO nama_pemakai
[IDENTIFIED BY] [PASSWORD] ‘Password’
[WITH GRANT OPTION] ;
GRANT hak_akses ON [nama_db.]nama_tabel
TO nama_pemakai
[IDENTIFIED BY] [PASSWORD] ‘Password’
[WITH GRANT OPTION];
Contoh :
Berikan hak akses kepada Adi untuk menampikan
nilai final test pada tabel Nilai.
GRANT SELECT (FINAL) ON NILAI TO ADI

2. REVOKE
Sintaks : REVOKE hak_akses ON nama_db
FROM nama_pemakai ;
REVOKE hak_akses ON nama_tabel
FROM nama_pemakai ;
Contoh :
Tarik kembali dari Adi hak akses untuk menampilkan nilai
final test
REVOKE SELECT (FINAL) ON NILAI FROM ADI


DATA INTEGRITY
RECOVER TABLE
Sintaks : RECOVER TABLE nama_tabel
Contoh :
Kembalikan keadaan data mahasiswa seperti pada saat sebelum
terjadi kerusakan
RECOVER TABLE MAHASISWA ;


MENGGUNAKAN FUNGSI AGGREGATE :
1. COUNT digunakan untuk menghitung jumlah.
Menghitung jumlah record mahasiswa dari tabel MAHASISWA
SELECT COUNT(*) FROM MAHASISWA
2. SUM digunakan untuk menghitung total dari kolom yang mempunyai
tipe data numerik.
SELECT SUM(SKS) AS ‘TOTAL SKS’ FROM MATAKULIAH

3. AVG digunakan untuk menghitung rata-rata dari data-data
dalam sebuah kolom.
SELECT AVG(FINAL) AS ‘FINAL’ FROM Nilai
4. MIN digunakan untuk menghitung nilai minimal dalam
sebuah kolom.
SELECT MIN(FINAL) FROM Nilai
5. MAX diguankan untuk menghitung nilai maksismum dalam
sebuah kolom
SELECT MAX(MID) FROM Nilai


SUBQUERY
Adalah subselect yang dapat digunakan di klausa WHERE dan
HAVING dipernyataan select luar untuk menghasilkan tabel akhir.
Aturan-aturan untuk membuat subquery, yaitu :
1. Klausa Order By tidak boleh digunakan di subquery, Order By hanya
dapat digunakan di pernyataan Select luar.
2. Klausa subquery Select harus berisi satu nama kolom tunggal atau
ekspresi kecuali untuk subquery-subquery menggunakan kata kunci
EXIST
3. Secara default nama kolom di subquery mengacu ke nama tabel di
klausa FROm dari subquery tersebut.
4. Saat subquery adalah salah satu dua operan dilibatkan di
pembandingan, subquery harus muncul disisi kanan pembandingan


Penggunanaan ANY dan ALL
Jika subquery diawali kata kunci ALL, syarat hanya akan
bernilai TRUE jika dipenuhi semua nilai yang dihasilkan
subquery itu.
Jika subquery diawali kata kunci ANY, syaratnya akan
bernilai TRUE jika dipenuhi sedikitnya satu nilai yang
dihasilkan subquery tersebut.


Penggunanaan EXIST DAN NOT EXIST
EXIST akan mengirim nilai TRUE jika dan hanya jika terdapat
sedikitnya satu baris di tabel hasil yang dikirim oleh
subquery dan EXIST mengirim nilai FALSE jika subquery
mengirim tabel kosong.
Untuk NOT EXIST kebalikan dari EXIST.














Rabu, 20 Juni 2012

BAHASA QUERY FORMAL


BAHASA QUERY FORMAL
ALJABAR RELATIONAL

Adalah kumpulan operasi terhadap relasi, dimana
setiap operasi menggunakan satu atau lebih relasi
untuk menghasilkan satu relasi yang baru.


OPERATOR YANG DIGUNAKAN
A. OPERATOR HIMPUNAN
1. Union atau gabungan ( È )
Union dari relasi A dan B dinyatakan sebagai A È B

 
2. Intersection atau irisan ( Ç )
Intersection dari relasi A dan B dinyatakan sebagai A Ç B



3. Difference
Difference dari relasi A dan B dinyatakan dengan A - B 






 4. Cartesian product
Product cartesian dari relasi A dan B dinyatakan dengan A X B
contoh :
A = { 1,2,3}
B = { 5,7 }
A X B = { ( 1,5), (1,7), ( 2,5), (2,7), (3,5),(3,7) }

B. OPERATOR RELATIONAL
1. Restrict ( s ) adalah Pemilihan tupel atau record
2. Project ( p ) adalah pemilihan attribute atau field
3. Divide ( ¸ ) adalah membagi
4. Join ( q ) adalah menggabungkan
ALJABAR RELASIONAL
Operator pada aljabar relationaldibagi menjadi 2 kelompok :
1. Operator dasar untuk fundamental operational
2. Operator tambahan untuk additional operasional

Tabel dibawah ini adalah contoh untuk mengerjakan
perintah – perintah Relation Algebra:
RELASI : MATA KULIAH


















OPERATOR DASAR
a. Selection ( s ) Lower Case Omega
Operasi selection menyeleksi tupel-tupel pada sebuah
relation yang memenuhi predicate/syarat yang sudah
ditentukan
Contoh :
1. Mencari tuple-tuple dari MAHASISWA yang memiliki jenis kelamin
laki-laki, Ekspresi aljabar relational :
σ J_KEL=“LAKI-LAKI” (MAHASISWA)

2. Tampilkan data mata kuliah yang memiliki kode 360 atau
yang memilki sks 4
σ KD_MK=“306” V SKS=4 (MATAKULIAH)

b. Projection ( p )
Operator projection beroperasi pada sebuah relation, yaitu
membentuk relation baru dengan mengcopy atributeatribute
dan domain-domain dari relation tersebut
berdasarkan argumen-argumen pada operator tersebut.
Contoh :
Tampilkan nama beserta gaji dari dosen
(phi)nama_dos,gaji (DOSEN)



c. Cartesian product ( X )
Operator dengan dua relasi untuk menghasilkan tabel hasil
perkalian kartesian.
Contoh :
Tampilkan nid,nama_d (dari relasi Dosen), nama_mk (dari relasi
Matakuliah), thn_akademik,smt,hari,jam_ke,waktu,kelas (dari relasi
Mengajar) dimana semester mengajar adalah pada semester ‘1’.


p nid, nama_d, nama_mk, thn_akademik,smt,
hari,jam_ke, waktu, kelas ( s smt=1 ÙDosen.nid =
Mengajar.nid Ùmengajar.kdmk = Matakuliah.kdmk
(DosenxMatakuliahxMengajar))



d. Union ( È ) 
Operasi untuk menghasilkan gabungan tabel dengan
syarat kedua tabel memiliki atribut yang sama yaitu domain
atribut ke-i masing-masing tabel harus sama
RUS={ X I X E R atau X E S}
Contoh :
Penggabungan berdasarkan kolom kota dari tabel
mahasiswa dengan tabel dosen
p kota (mahasiswa) È pkota (Dosen)



e. Set diference ( - )
Operasi untuk mendapatkan tabel dis uatu relasi tapi tidak ada di relasi
lainnya.
R – S = { X I X E R dan X E S }
Contoh : Tampilkan nama dari mahasiswa yang tinggal di depok tetapi
bukan berjenis kelamin perempuan
Query I : tampilkan nama yang tinggal di depok
pnama_mhs(salamat=“DEPOK” (MAHASISWA))
Query II : tampilkan nama yang berjenis kelamin perempuan
pnama_mhs(sj_kel =“PEREMPUAN” (MAHASISWA))
Tampilkan query I minus query II :
pnama_mhs(salamat=“DEPOK”(MAHASISWA))-
pnama_mhs(sj_kel=“PEREMPUAN” (MAHASISWA))



OPERATOR TAMBAHAN
1. SET INTERSECTION ( Ç )
Operasi untuk menghasilkan irisan dua tabel dengan
syarat kedua tabel memiliki atribut yang sama, domain
atribut ke-i kedua tabel tersebut sama.
2. THETA JOIN
Operasi yang menggabungkan operasi cartesian product
dengan operasi selection dengan suatu kriteria.
3. NATURAL JOIN
Operasi menggabungkan operasi selection dan
cartesian product dengan suatu kriteria pada kolom
yang sama.




4. DIVISION
Merupakan operasi pembagian atas tuple-tuple dari 2
relation.

































Selasa, 01 Mei 2012

AYOK NAIKIN BERAT BADAN \^_^/


Program menaikkan berat badan (hihihiiii......) :-P
1.   Tetapkan Target
      4 Kg = 3 bulan (cemungud ea !!!)
2.   Perhatikan Rumus
70:20:10 ( 70 % Protein tanpa lemak, 20 % Kalori dari karbohidrat dan 10 % (atau kurang)
Lemak sehat)
3.   Pola Makan Sehat (Tetap Terkontrol)
4.   Olahraga
5.   Jus Buah
6.   Makan dengan taratur
7.   Hindari Minum Sebelum Makan
8.   Mengunyah makanan sampai halus
9.   Minum Susu 2 x Sehari
10. Ngemil Sebelum Tidur
11. Tidur yang cukup
12. Kurangi Begadang
13. Berdoa dan terus berusaha !!!! :-D

nyok yang mau naikin berat badan monggo dicoba :-D
faktor genetik juga berpengaruh, mungkin keturunan, so periksain dulu punya riwayat penyakit yang menghambat proses menaikkan berat badan apa enggak. (sumber : mbah google)
heuuuu,,,
"CEMUNGUDH EA !!!!" :-P

Kamis, 19 April 2012

Pertemuan 2(PERANCANGAN DATABASE DAN DBMS )


LANJUTAN PERANCANGAN DATABASE DAN DBMS

4. Perancangan database secara logik (data model mapping)
a.              Pemetaan (Transformasi data)
    Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan yang spesifik atau hal– hal khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen database.

b.              Penyesuaian skema ke DBMS
    Penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap Pemetaan untuk dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem  manajemen database yang terpilih .

5. Perancangan database secara fisik
a.              Response Time
    Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon.
b.             Space Utility
    Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh database file dan struktur jalur pengaksesannya.
c.             Transaction Throughput
    Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat diproses permenit oleh sistem database dan merupakan
    parameter kritis dari sistem transaksi.

6. Phase Implementasi Sistem Database
    DBMS (Database Management Systems)
    DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database yang mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.
    BAHASA dalam DBMS
A.            Data Definision Language (DDL)
    Hasil kompilasi dari perintah DDL adalah satu set dari table yang disimpan dalam file khusus disebut data dictionary/directory.

B.     Data Manipulation Language (DML)
Bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau memanipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.
Secara dasar ada dua tipe DML :
1.       Prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya contoh dbase III, foxbase
2.       Non prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk  mendapatkannya.  Contoh SQL, QBE.
FUNGSI DBMS
1.       Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data.
2.       Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani  permintaan dari pemakai untuk mengakses data.
3.       Data Security & Integrity, DBMS harus dapat memeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA.
4.       Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan – kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb
5.       Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6.       Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.

KOMPONEN DBMS
1.       Query Prosesor, komponen yang mengubah bentuk query kedalam instruksi kedalam database manager.
2.       Database Manager, menerima query & menguji eksternal & konceptual untuk menentukan apakah record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemudian database manager memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan.
3.       File manager, memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan disk.
4.       DML Prosessor, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi.
5.       DDL compiler, merubah statement DDL menjadi kumpulan table atau file yang berisi data dictionary / meta data.
6.       Dictionary manajer, mengatur akses dan memelihara data dictionary.

Rabu, 22 Februari 2012

Tips Perawatan Rambut untuk Wanita Berjilbab


Walau rambut tertutup jilbab, bukan berarti perawatannya dilupakan. Berikut ini beberapa tips perawatan untuk Anda yang mengenakan jilbab agar rambut dan kulit kepala tetap sehat. 

Perawatan untuk rambut yang kerap menggunakan penutup kepala tentu berbeda dengan yang tidak. Beberapa masalah yang kerap dikeluhkan adalah rambut berketombe dan rontok. Tentu semua masalah tersebut bisa dicegah dengan perawatan yang tepat. 

KENALI KONDISI RAMBUT

Rambut yang lembap dan berminyak menjadi tempat favorit jamur penyebab ketombe. Untuk itu, selalu kenakan jilbab dalam keadaan rambut kering. Bagi yang hobi menggunakan conditioner, sebaiknya gunakan hanya di daerah ujung rambut. Menggunakan conditioner dari akar rambut akan membuat rambut semakin lembap dan mengundang ketombe. 

Masalah umum rambut kering adalah kerontokan. Rambut yang kering, ketika bergesekan dengan kain jilbab akan rontok. Solusinya, rawat rambut Anda dengan perawatan mengatasi kekeringan rambut. Shampo untuk rambut kering, conditioner, serta creambath teratur bisa membantu mengatasi rambut kering yang rapuh. Gunakan jilbab dengan bahan halus yang tidak terlalu keras menggesek rambut. 

Ada banyak alasan untuk tidak mengenakan jilbab pada saat rambut basah. Pertama, rambut yang basah lebih rapuh daripada rambut kering. Terlalu banyak gesekan pada rambut basah bisa mengakibatkan mudah rontok. Kedua, rambut yang lembab tertutup menjadi tempat favorit munculnya ketombe. Ketiga, rambut basah yang menjadi lembap saat ditutup dengan kain bisa menyebabkan bau tidak sedap saat jilbab Anda dibuka. Jika terburu-buru, gunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut. 

CARA MENGGUNAKAN JILBAB

Jilbab yang terlalu ketat membuat rambut dan kulit kepala sulit bernapas. Selain itu, sering kali terlalu ketat mengencangkan jilbab bisa menyebabkan sakit kepala. Gunakan lapisan dalam jilbab yang tidak terlalu sempit dan menekan rambut. Pilih lapisan dalam yang nyaman dengan bahan yang tidak membuat kulit kepala mudah panas. Beri ruang untuk rambut dan kulit kepala bernapas. Sirkulasi udara yang baik, bisa membantu membuat rambut dan kulit kepala lebih sehat. 

Hindari juga mengikat jilbab di bagian leher yang akan menghambat sirkulasi udara ke kepala. Sirkulasi udara yang baik akan membuat rambut dan kulit kepala lebih sehat. 

Seperti pernah dipelajari pada saat sekolah dasar, warna gelap paling banyak menyerap cahaya. Jika akan banyak terpapar panas sinar matahari, sebaiknya pilih jilbab dengan warna yang terang. Jilbab berwarna gelap menyerap panas secara maksimal dan memicu produksi keringat yang membuat rambut lembab. Gunakan warna terang lebih sering dan bahan yang mudah menyerap keringat agar kulit kepala lebih sehat. 

PERAWATAN

Jangan lupa menjaga kebersihan dan membersihkan rambut dan kulit kepala secara teratur. Kenali shampo yang tepat untuk jenis rambut Anda untuk hasil yang maksimal. Untuk yang memiliki rambut berminyak, usahakan untuk mencuci rambut dengan shampo setiap hari. Menjaga kebersihan dengan baik bisa memperkecil risiko kerusakan kulit kepala dan rambut Anda. 

Setiba di rumah, lepas jilbab Anda untuk memberi kepala kesempatan untuk bernapas. Ritual kecil yang simpel ini berpengaruh besar pada kesehatan rambut Anda. Memberikan udara segar pada rambut bisa membantu mengurangi kelembapan kulit kepala yang bisa menyebabkan kerontokan dan ketombe. 

Selain itu, usahakan untuk tidak mengikat rambut terlalu ketat saat mengenakan jilbab. Tarikan yang kuat pada kulit kepala bisa membuat rambut rapuh. Pilih pengikat rambut dengan bahan yang lembut untuk mengurangi ketegangan saat mengikat rambut. Gunakan penjepit rambut untuk membantu menjaga kerapihan rambut. 

Kesehatan rambut Anda sangat bergantung pada seberapa besar usaha untuk menjaganya. Untuk membuat rambut sehat dari dalam, jangan lupa konsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B-6, B-12, asam lemak omega-3, zinc, protein, dan vitamin C. Makanan seperti ikan salmon, kacang-kacangan, tiram, sayur bayam serta pisang bisa membantu menambah nutrisi rambut secara alami.

Rabu, 30 November 2011

Bahaya Penuaan Dini Mengintai di Tempat Kerja


Walau sibuk bekerja, jangan sampai lupa memperhatikan kesehatan kulit. Sebabnya, ada sekian banyak penyebab penuaan dini kulit yang muncul karena pekerjaan Anda. 



Hampir setengah waktu kita dalam sehari dihabiskan di tempat kerja. Terlalu sibuk bekerja, sering kali membuat kita lupa memperhatikan diri sendiri. Jangan sampai menyesal belakangan. Perhatikan hal-hal ini untuk mengurangi risiko penuaan dini pada kulit yang disebabkan di tempat kerja. 



Kurang minum 
Ini masalah paling umum wanita bekerja. Alasannya macam-macam: mulai dari lupa, sampai karena malas sering ke toilet jika terlalu banyak minum. Kulit memerlukan asupan air untuk menjaga kelembapannya. Keriput dan kerusakan kulit lebih mudah muncul pada kulit yang kering. Pastikan Anda meminum air putih 6-8 gelas sehari untuk menjaga kesehatan kulit. 



Pendingin udara 
Kantor yang dilengkapi dengan pendingin udara memang membuat nyaman dalam bekerja. Tapi hati-hati, udara dari pendingin atau air conditioner (AC) bisa membuat kulit Anda cepat kering. Jangan lupa oleskan pelembap tubuh pada tangan dan kaki sebelum terasa kering. Kulit yang kering bisa memicu kerusakan seperti pecah-pecah, iritasi, atau gatal. Sebelum mengaplikasikan make-up, gunakanlah pelembap wajah untuk melindungi kulit dari kekeringan. Hal yang sepele namun bisa menyelamatkan Anda dari keriput lebih awal. Jika memungkinkan, aplikasikan kembali pelembap wajah usai istirahat makan siang. 

Sinar matahari 
Dalam perjalanan menuju tempat kerja tentu Anda sangat mungkin terpapar sinar matahari. Begitu juga jika meja kerja Anda berlokasi di dekat jendela. Paparan sinar ultra violet yang masuk lewat jendela bisa membuat kulit Anda mudah keriput dan menimbulkan noda hitam jika tidak dilindungi dengan benar. Pastikan pelembap wajah Anda mengandung SPF minimal 30 untuk melindungi kulit sepanjang jam kerja. 

Stres
Ini adalah penyebab kerusakan kulit yang kerap tidak disadari. Bekerja terus-menerus tanpa jeda atau terlalu khawatir memikirkan pekerjaan juga dapat membahayakan kulit. Ketika Anda sedang stres, hormon kortisol dalam tubuh diproduksi lebih banyak. Kondisi ini dapat merusak kandungan kolagen dan mendorong peningkatan produksi minyak dalam tubuh sehingga berisiko menimbulkan jerawat dan mempercepat proses penuaan. 



Usahakan mencari jeda atau beristirahat sejenak di sela pekerjaan. Ambil waktu 10 menit untuk menjauh dari meja dan pekerjaan Anda. Cari tempat yang sunyi jika memungkinkan, tarik nafas panjang, nikmati teh hangat, dan bersantai. Tenangkan pikiran dan lakukan kegiatan yang membuat tubuh rileks sejenak. Jangan sepelekan kekuatan stres yang bisa memicu berbagai penyakit dalam tubuh serta penuaan dini. Wewangian aromaterapi seperti lavender atau camomile juga bisa membantu mengendurkan syaraf dan mengurangi stres dalam tubuh.



Komputer 
Banyak ahli masih berdebat soal efek radiasi layar komputer pada kulit. Namun efek dari komputer bukan hanya sekadar radiasi. Layar yang terlalu terang atau gelap serta huruf yang terlalu kecil bisa membuat Anda sering memicingkan mata. Jika kondisi ini terlalu sering dilakukan bisa jadi terbentuk keriput permanen pada area mata. Jangan malas menyesuaikan binar layar komputer. Perbesar huruf di komputer atau dokumen yang Anda baca. 



Untuk kesehatan mata, setidaknya 20 menit sekali palingkan wajah Anda sesaat dari layar komputer untuk mengistirahatkan mata. Jika mata terasa terlalu kering, gunakan tetes mata untuk mencegah iritasi. 



Make-up
Banyak wanita bekerja perlu menggunakan make-up untuk meningkatkan penampilan. Tak ada salahnya. Namun jangan sepelekan tanda-tanda kulit Anda tidak cocok dengan make-up yang digunakan. Iritasi, kemerahan, gatal, atau jerawat merupakan tanda-tanda awal kulit Anda tidak cocok dengan make-up yang digunakan. Kenali produk mana yang cocok atau tidak untuk kulit dan jangan memaksakan produk yang bisa menimbulkan iritasi.



Nah yang paling penting, jangan malas menghapus make-up sebelum pergi tidur sebab inilah yang paling berbahaya. Make-up yang terlalu lama menempel pada wajah bisa menyumbat pori-pori. Apalagi ketika tidur, tekanan pada bantal bisa membuat make-up semakin masuk dan menyumbat pori-pori. Akibatnya kulit cepat mengalami kerusakan dan iritasi. Jerawat, komedo, maupun gangguan kulit lain bisa dengan mudah bermunculan karena kulit yang kotor.



Kurang tidur
Pekerjaan yang padat dan jam lembur yang tak tentu sering membuat kita mengorbankan waktu tidur. Idealnya, kita tidur 7-8 jam dalam sehari untuk mengembalikan kesegaran dan menjaga kesehatan kulit. Kurang tidur mengakibatkan berkurangnya waktu kulit untuk memperbaiki diri sehingga bisa berisiko mempercepat penuaan dini. Tak hanya berakibat buruk bagi kulit, tapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. 



Makan Sembarangan
Sibuk dengan tenggat dan tugas yang menumpuk membuat kita sering melupakan asupan gizi yang baik. Makanan-makanan yang praktis seperti junk food atau makanan yang terlalu berlemak tentunya berakibat kurang baik untuk metabolisme tubuh. Usahakan selalu mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya akan vitamin serta anti oksidan yang baik untuk tubuh. Kurangi makanan berlemak dan mengandung gula tinggi. Kandungan gula yang tinggi dalam darah dapat merusak kolagen yang diperlukan untuk kekenyalan kulit. 



Asap rokok 
Umumnya para perokok tahu efek buruk rokok pada kesehatan dan kulit. Namun sebagai perokok pasif, Anda juga perlu hati-hati. Jika Anda bekerja di lingkungan yang mudah terpapar asap rokok, sebaiknya hindari tempat tersebut sebisa mungkin. Asap rokok memiliki berbagai macam kandungan yang bisa merusak kulit dan bahkan folikel rambut. Wajah mudah kusam, keriput, dan rambut menipis.



Pada waktu makan siang, usahakan jangan duduk dekat dengan orang yang merokok. Anda tetap bisa terkena efek buruk asap rokok. Lindungi diri Anda semaksimal mungkin.